Tuesday, July 26, 2016

Pengalaman kerja



Pengalaman kerja
Banyak sekali posisi yang ditawarkan oleh perusahaan, jabatan dan tentunya masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab  berbeda. Karena background saya science, saya lulusan S1 famasi, setelah lulus S1 saya langsung melamar kerja sebagai Product Executive. Perusahaan yang pertama saya apply adalah Dexa dengan posisi medical representation (karena Dexa tidak bisa menerina lulusan S1 sebagai PE), keesokannya saya apply di Kalbe (sebagai medrep juga, karena baru S1), berbarengan dengan itu, saya apply di PT Novell dan Marion Sam sebagai PE.

Petama kali ada undangan psikotes yaitu kalbe, terdiri dari serangkaian tingkat psikotes dengan sistem gugur, setelah melewati sesi ke-5, tinggal beberapa pelamar yang lolos, akhirnya sampai pada tahap wawancara dengan HRD, dan selanjutnya menunggu panggilan untuk wawancara dengan user. Beberapa hari kemudian, ada panggilan psikotes Dexa, sistem yang digunakan pun sama, sistem gugur. Sesi terakhir pun wawancara dengan HRD dan disuruh untuk menunggu hasil berikutnya. Setelah itu psikotes di PT Novel, sistem psikotes pun sama, melewati banyak sekali soal-soal psikotes dan membutuhkan waktu seharian. Hingga akhirnya wawancara dengan HRD. Beberapa hari kemudian, ada panggilan kembali untuk wawancara dengan user, lalu disuruh untuk menunggu hasil selanjutnya. Setelah itu saya mendapat panggilan wawancaa di Marion sam, lalu kembali disuruh untuk menunggu hasilnya. Tidak lama dari itu, saya wisuda (28 Oktober 2015). Keesokannya saya dikabarkan bahwa masuk/diterima di marion sam sebagai PE dan bisa mulai kerja pada tanggal 2 November 2015. Tidak lama dari itu, saya dikabarkan diterima di PT Novell juga sebagai PE, namun harus foto torax dulu dan ijazah S1 ditahan. Saya ragu untuk mengambil Novell, karena job desk di PT Novell cukup monoton, sedangkan Marion Sam lebih menantang. Pada akhirnya saya memilih PT Marion Sam.
first job ever

Di waktu yang berdekatan, kalbe memanggil untuk interview dengan user untuk posisi medrep, namun saya juga menolak karena jalur karir saya ingin berawal dari PE. Maka saya mengambil keputusan untuk bekerja di Marion Sam. [part 1]

Thursday, June 30, 2016

Konten seperti apa yang menarik netizen untuk dibaca?



Konten seperti apa yang menarik netizen untuk dibaca?
netizen

Sekarang ini para netizen tidak terlalu suka membaca konten yang panjang, mereka lebih tertarik dengan konten yang singkat dengan visualisasi yang jelas, ditambah gambar yang diselipkan untuk memperjelas isi konten.  Kalau kita ingin membahas iklan spot di TV, 30-60 detik kurang persuafif dan kurang informatif, sehingga iklan spot bukanlah cara yang baik untuk membuat pemirsa segera mengambil keputusan. Itulah sebabnya pemirsa beralih ke pencarian, situs berita, link yang terkait, website resmi yang mereka cari, sosial media dan youtube untuk menemukan informasi penuh, cerita yang diedit dan dikemas menjadi jauh lebih menarik dan berisi fakta-fakta dari suatu product.
Baik iklan maupun video singkat di dalam youtube, bukan hanya 15 detik, 30 detik, 60 detik. Ini bisa menjadi 2 menit, enam menit, atau bahkan 8 menit. Ketika netizen diarahkan ke konten, mereka akan mendapatkan informasi yang jauh lebih lengkap di dalamnya, untuk mengetahui event-event yang diadakan, promo bahkan undian. Disitulah netizen akan mengambil keputusan.
 
youtube
Iklan yang baik harus dapat menangkap perhatian dalam 5-10 detik pertama, karena jika orang mulai tertarik dengan video awal, mereka akan melanjutkan menonton hingga bagian akhir sehingga maksud dan tujuan iklan tercapai.

Wednesday, June 29, 2016

Data research terbaru tentang perilaku pembeli online

Data research terbaru tentang perilaku pembeli online

Indonesia masuk dalam fase dimana penjual online sudah mulai bermunculan baik dari penjual online produk maupun jasa.  Tidak sedikit dari mereka yang harus mengeluakan dana yang banyak dari pembuatan aplikasi maupun web serta membayar gaji karyawan. Banyak hal yang harus diperhatikan, dari banyaknya kompetitor yang bergerak di bidang yang sama, perilaku pembeli online, maupun cara mempromosikan produk atau jasa mereka secara tepat.

digital marketing


Pembeli online membuat keputusan sebelum mereka memilih platform mana untuk membeli secara online. Calon pembeli saat ini menghabiskan lebih banyak waktu online, hampir dua jam untuk setiap jam yang dihabiskan menonton TV. Disini saya akan membahas bagaimana cara startup mempromosikan aplikasi atau e-commerce maupun product mereka. Mereka bia mempromosikan produk mereka melalui televisi, ini bagus untuk perkenalan pertama. Untuk pendekatan, digital memainkan peran yang semakin penting, mengapa? Saya mendengar dari banyak calon pembeli bahwa mereka tidak merasa seperti mereka mendapat cerita lengkap dari TV, karena batas iklan hanya sekiatr 30 detik dan mungkin hanya memuat sekitar 76 kata-kata, tentu sangat terbatas. Calon pembeli ingin mendapat informasi lebih, sehingga disini penting bagi para startup untuk dapat memberkan informasi secara lengkap melalui website, ataupun social media lain, dan disana pun para calon pembeli dapat betukar pikiran dengan para calon pembeli lain. Dengan cara seperti itulah calon pembeli dengan penjual akan mendapatkan ikatan emosional.